Kamis, 25 November 2021

Sepucuk surat utk guru bangsa pada negeri

 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1973229829512406&id=100004762245055

Sosok Guru kreatif

 Banyumas – Riswo Mulyadi, seorang guru madrasah yang tinggal di lereng bukit di desa Cihonje Kecamatan  Gumelar kabupaten Banyumas, adalah sosok guru madrasah yang memiliki kreatifitas unik. Pemilik nama asli Riswo ini disamping sebagai seorang guru yang piawai dalam bidangnya,  ia juga merupakan seorang penulis puisi yang tak asing lagi di jagat sastra Banyumas, namanya sudah


tercantum di dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia yang diterbitkan oleh Yayasan Hari Puisi Indoneia. Lelaki yang mimpi dan langkahnya menjadi bait syair ini sudah menelurkan karya yang tersebar di beberapa media dan buku antologi. Ia sudah menelorkan ratusan puisi dan geguritan berbahasa banyumasan. Buku kumpulan puisi tunggalnya Gigir Bukit Sinawing diterbitkan pada Mei 2017 atas prakarsa Group Dapur Sastra Jakarta dan Penerbit Teras Budaya Jakarta yang berisi 99 judul puisi.


Itulah sosok guru di madrasah Ma’arif NU 1 Cilangkap kecamatan Gumelar. Dalam setiap karyanya cenderung bernuansa  kesederhanaan mampu melarutkan pembaca. Disamping profil guru senior di madrasahnya dia adalah sosok yang santai, sederhana dan penuh piawai, kepribadian jiwa sosial dan keteladanannya telah banyak mewarnai madrasah tempatnya mengabdi.


Ia pribadi yang gigih dan tak kenal lelah. Disamping kesibukannya sebagai seorang guru ia bersama kawan-kawannya mendirikan Komunitas Literasi Blakdhen Gumelar, disamping itu juga aktif di Jaringan Sastra Pinggir Kali bersama penyair Eddy Pranata PNP. Disamping bergiat di bidang literasi dan sastra ia juga aktif bergerak di bidang sosial seperti Gerakan Sosial untuk Anak Sekolah, menjadi pengurus ormas keagamaan, PGRI Cabang dan Kwarran. Ia juga aktif dalam kegiatan bakti sosial ikhtiar penyembuhan gratis melalui metode “SONTENG” secara berkala bersama komunitas Aji Tapak Sesontengan.


Bagi Pengawas Madrasah Kecamatan Jatilawang-Gumelar H. Amin Purnomo, S.Ag menjadikan Sosok Riswo Mulyadi inspirasi dalam menyambut Hari Guru Nasional 2021. Menurut Amin “bahwa seorang guru masa kini harus mampu mengembangkan diri terutama dalam hal literasi yang masih sangat minim. Idealnya guru harus mampu membaca dan menulis menuangkan ide pemikiran ke dalam tulisan karena dalam pembelajaran sangat membantu dalam membimbing siswanya. Selain itu juga pengawas memberikan apresiasi dan dukungan untuk terus memberi warna madrasah agar bisa meraih mimpi menjadi madrasah yang hebat bermartabat, mandiri berprestasi.


Banyak prestasi terukir oleh tangannya.  Syair-syairnya penuh nasehat, terkadang bait syairnya pendek tapi memberikan makna luas. Misalnya karya puisi pendek yang dimuat di  https://maarifnujateng.or.id berikut ini


 


IBUKU SEORANG PENYAIR


Karya Riswo Muyadi


 


Ia tulis puisi dengan air susu


di sekujur tubuhku


 


malam ini kubaca berulang-ulang


sajak-sajak ibu yang sakral


mantra-mantra masa depan


 


ibu melukis wajahku dengan puisi cinta


do’a-do’a cahaya


tak berjeda


 


Karanganjog, 2017 – 2019


 


Beberapa Karya Riswo yang pernah dimuat di beberapa media. Karya Geguritannya pernah dimuat di Majalah Ancas dan antologi Geguritan Banyumasan “Inyong Sapa Rika Sapa” (Aksara Indonesia,2016). Puisinya juga tergabung dalam sejumlah antologi : Mendaras Cahaya (Bengkel Publisher,2014), Jalan Terjal Berliku Menuju-Mu (Bengkel Publisher,2014), Nayanyian Kafilah (Bengkel Publisher,2014), Memo untuk Presiden (Forum Sastra Surakarta,2014), Metamorfosis (Teras Budaya Jakarta,2014), 1000 HAIKU Indonesia (KKK, 2015), Surau Kampung Gelatik (Sibuku Media,2015), Puisi Sakkarepmu (Sibuku Media,2015), Palagan Sastra (Teras Budaya Jakarta, 2016), Lumbung Puisi Jilid IV Penyair Indonesia (Sibuku Media, 2016), Memo Anti Kekerasan Terhadap Anak (Forum Sastra Surakarta, 2016), Negeri Awan (KKK, 2017), Kembang Glepang 2 (SIP Publisher, 2020), Sajak-sajak Berhamburan di Atas Meja (Satria Publisher, 2021), Sunyi dan Secangkir Kopi (Satria Publisher, 2021) dll.


Berikut salah satu geguritan banyumasan karyanya yang dimuat di majalah Ancas.


 


PAGEBLUG


Daning : Riswo Mulyadi


 


sĕndh


ĕkala ning mbang kulon, klawu sunarĕ


persasat ngawuni gambarĕ kahanan


surem, peteng dhedhet


sĕndhĕkala mbobot sukertanĕ jagat kamanungsan


gĕgĕr pageblug tan genah watesĕ


gawĕ miris


sun sila ngresepi sepi


mandeng pucuking grana


mepet babaganing hawa


nggramak telenging dhadha


metani lakuning awak


duh Gusti, nyuwun palilah paduka


ampurani lepatingsun


lepat laku


lepat clathu


 


pageblug aja dadi pasiksan


eling!


kiyĕ  pengĕling maring sapa baĕ


 


aja sembrana uripĕ


aja ngawur lelakunĕ


jagat duwĕ rasa


bumi duwĕ rasa


aja daksiya


 


neb meneb, meneba nepsuku


rep sirep geni angkara murka


rereb!


rereb!


rereb!


ning ngening


pikir sing bening


nggragap salira


semendheh semĕlĕh


 


duh Gusti, kula nyuwun pangapura


tebihna saking rubĕda


slamĕt, bregas, waras saking kersane Gusti Allah


laa ilaaha illallaah


 


Karanganjog, 3 Oktober 2020


 


Mengakhiri sorotan terhadap sosok Riswo, Pengawas H. Amin Purnomo, S.Ag berharap Semoga menjadi kebanggan kita semua di balik jalan yang berliku menuju kediamannya dan tempat kerjanya ternyata ada mutiara yang tak kunjung padam slogan yg sering menjadi harapan adalah Madrasah Ndesa berprestasi Kota. (red)

Sabtu, 23 Januari 2021

Kenangan

 Banyak hal tersimpan

Dimana engkau berpijak

Kami yakin kita sejalan

Selamat ulang tahun istriku