Banyumas – Riswo Mulyadi, seorang guru madrasah yang tinggal di lereng bukit di desa Cihonje Kecamatan Gumelar kabupaten Banyumas, adalah sosok guru madrasah yang memiliki kreatifitas unik. Pemilik nama asli Riswo ini disamping sebagai seorang guru yang piawai dalam bidangnya, ia juga merupakan seorang penulis puisi yang tak asing lagi di jagat sastra Banyumas, namanya sudah
tercantum di dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia yang diterbitkan oleh Yayasan Hari Puisi Indoneia. Lelaki yang mimpi dan langkahnya menjadi bait syair ini sudah menelurkan karya yang tersebar di beberapa media dan buku antologi. Ia sudah menelorkan ratusan puisi dan geguritan berbahasa banyumasan. Buku kumpulan puisi tunggalnya Gigir Bukit Sinawing diterbitkan pada Mei 2017 atas prakarsa Group Dapur Sastra Jakarta dan Penerbit Teras Budaya Jakarta yang berisi 99 judul puisi.
Itulah sosok guru di madrasah Ma’arif NU 1 Cilangkap kecamatan Gumelar. Dalam setiap karyanya cenderung bernuansa kesederhanaan mampu melarutkan pembaca. Disamping profil guru senior di madrasahnya dia adalah sosok yang santai, sederhana dan penuh piawai, kepribadian jiwa sosial dan keteladanannya telah banyak mewarnai madrasah tempatnya mengabdi.
Ia pribadi yang gigih dan tak kenal lelah. Disamping kesibukannya sebagai seorang guru ia bersama kawan-kawannya mendirikan Komunitas Literasi Blakdhen Gumelar, disamping itu juga aktif di Jaringan Sastra Pinggir Kali bersama penyair Eddy Pranata PNP. Disamping bergiat di bidang literasi dan sastra ia juga aktif bergerak di bidang sosial seperti Gerakan Sosial untuk Anak Sekolah, menjadi pengurus ormas keagamaan, PGRI Cabang dan Kwarran. Ia juga aktif dalam kegiatan bakti sosial ikhtiar penyembuhan gratis melalui metode “SONTENG” secara berkala bersama komunitas Aji Tapak Sesontengan.
Bagi Pengawas Madrasah Kecamatan Jatilawang-Gumelar H. Amin Purnomo, S.Ag menjadikan Sosok Riswo Mulyadi inspirasi dalam menyambut Hari Guru Nasional 2021. Menurut Amin “bahwa seorang guru masa kini harus mampu mengembangkan diri terutama dalam hal literasi yang masih sangat minim. Idealnya guru harus mampu membaca dan menulis menuangkan ide pemikiran ke dalam tulisan karena dalam pembelajaran sangat membantu dalam membimbing siswanya. Selain itu juga pengawas memberikan apresiasi dan dukungan untuk terus memberi warna madrasah agar bisa meraih mimpi menjadi madrasah yang hebat bermartabat, mandiri berprestasi.
Banyak prestasi terukir oleh tangannya. Syair-syairnya penuh nasehat, terkadang bait syairnya pendek tapi memberikan makna luas. Misalnya karya puisi pendek yang dimuat di https://maarifnujateng.or.id berikut ini
IBUKU SEORANG PENYAIR
Karya Riswo Muyadi
Ia tulis puisi dengan air susu
di sekujur tubuhku
malam ini kubaca berulang-ulang
sajak-sajak ibu yang sakral
mantra-mantra masa depan
ibu melukis wajahku dengan puisi cinta
do’a-do’a cahaya
tak berjeda
Karanganjog, 2017 – 2019
Beberapa Karya Riswo yang pernah dimuat di beberapa media. Karya Geguritannya pernah dimuat di Majalah Ancas dan antologi Geguritan Banyumasan “Inyong Sapa Rika Sapa” (Aksara Indonesia,2016). Puisinya juga tergabung dalam sejumlah antologi : Mendaras Cahaya (Bengkel Publisher,2014), Jalan Terjal Berliku Menuju-Mu (Bengkel Publisher,2014), Nayanyian Kafilah (Bengkel Publisher,2014), Memo untuk Presiden (Forum Sastra Surakarta,2014), Metamorfosis (Teras Budaya Jakarta,2014), 1000 HAIKU Indonesia (KKK, 2015), Surau Kampung Gelatik (Sibuku Media,2015), Puisi Sakkarepmu (Sibuku Media,2015), Palagan Sastra (Teras Budaya Jakarta, 2016), Lumbung Puisi Jilid IV Penyair Indonesia (Sibuku Media, 2016), Memo Anti Kekerasan Terhadap Anak (Forum Sastra Surakarta, 2016), Negeri Awan (KKK, 2017), Kembang Glepang 2 (SIP Publisher, 2020), Sajak-sajak Berhamburan di Atas Meja (Satria Publisher, 2021), Sunyi dan Secangkir Kopi (Satria Publisher, 2021) dll.
Berikut salah satu geguritan banyumasan karyanya yang dimuat di majalah Ancas.
PAGEBLUG
Daning : Riswo Mulyadi
sĕndh
ĕkala ning mbang kulon, klawu sunarĕ
persasat ngawuni gambarĕ kahanan
surem, peteng dhedhet
sĕndhĕkala mbobot sukertanĕ jagat kamanungsan
gĕgĕr pageblug tan genah watesĕ
gawĕ miris
sun sila ngresepi sepi
mandeng pucuking grana
mepet babaganing hawa
nggramak telenging dhadha
metani lakuning awak
duh Gusti, nyuwun palilah paduka
ampurani lepatingsun
lepat laku
lepat clathu
pageblug aja dadi pasiksan
eling!
kiyĕ pengĕling maring sapa baĕ
aja sembrana uripĕ
aja ngawur lelakunĕ
jagat duwĕ rasa
bumi duwĕ rasa
aja daksiya
neb meneb, meneba nepsuku
rep sirep geni angkara murka
rereb!
rereb!
rereb!
ning ngening
pikir sing bening
nggragap salira
semendheh semĕlĕh
duh Gusti, kula nyuwun pangapura
tebihna saking rubĕda
slamĕt, bregas, waras saking kersane Gusti Allah
laa ilaaha illallaah
Karanganjog, 3 Oktober 2020
Mengakhiri sorotan terhadap sosok Riswo, Pengawas H. Amin Purnomo, S.Ag berharap Semoga menjadi kebanggan kita semua di balik jalan yang berliku menuju kediamannya dan tempat kerjanya ternyata ada mutiara yang tak kunjung padam slogan yg sering menjadi harapan adalah Madrasah Ndesa berprestasi Kota. (red)